4 Alasan Stand-Up Comedian Bisa Menjadi Narasumber Handal - Part 2
30 July 2015

Kita terbiasa mengkotakkan orang-orang yang kita kenal

Saat kita mengenal seseorang, yang paling kita ingat dari orang tersebut adalah hal yang paling berkesan. Memang itulah cara memori bekerja dengan cara paling ringan.

Saya ingat Ernest sebagai seorang comic, and he is good at it. One of the best in my opinion. Karena saya bukan orang yang kenal dekat, maka saya hanya ingat Ernest sebagai seseorang yang lucu saja. Saat dia menyampaikan Jokes tentang dia dan anaknya, saya pun hanya  mengingatnya dalam konteks candaan. Bukan dia sebagai ayah, suami, seseorang dengan peran sosial lain. Saya cenderung merupakan peran lainnya.

Hal ini bagus saat kamu membangun personal brand atau reputasi. Dan saat kamu menampakkan bahwa kamu menguasai materi lain di luar itu jelas orang lain terkejut. Sama seperti saya terkejut ternyata Ernest menguasai perihal ASI. Jelas sangat jauh dari ingatan saya tentang comic yang satu ini.

Ibarat kamu kenal  seorang kepala kelompok tani. Ternyata setelah main ke rumahnya, kamu melihat dari foto wisuda yang dia pajang: dia adalah lulusan s3 dari universitas top. Bukan kepala kelompok tani biasa.

Kamu sudah punya image tentang seseorang, dan kemudian image itu diruntuhkan oleh image lain yang lebih besar. Itu hal bagus, otak akan semakin ingat orang yang bisa melakukan hal ini. Yang memiliki kesan baru yang lebih besar dari kesan sebelumnya.
 


“usia saya masih 28 tahun lho”
Kaget kan? Cuma contoh lho.

Alasan ke 3 di sini.


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Awalnya emang karena terpaksa buat ikut kelas basic di gps, tapi nyatanya jadi KETAGIHAN. Ga akan nyesal ikut kelas kelas disini. Banyak manfaat yang bisa didapat. Cocok buat segala usia"
Mukhlish Muhammad Hafizh
Videografer, Mahasiswa