Antara Skripsi, Tesis dan Pembelajaran Kehidupan
17 November 2015
Learn-more-btn_display_45

Berangkat dari perenungan saya tentang penelitian kali ini..

Seperti halnya mengerjakan skripsi dan tesis, harus mencantumkan sumbernya. Ada daftar pustakanya. Bukan hanya harus ada, tetapi juga pada saat sidang atau ujian biasanya ditanya:

Ini sumbernya darimana?

*Ada bukunya atau tidak?

*Siapa penulisnya?

*Buku bule-nya ada?

*Tahun dan halaman berapa bukunya?

*dan lain sebagainya

 

Sudah ada teorinya pun kita harus tahu dulu asal muasal si teori tersebut. Grand Theory, Middle Theory, dan Range  Lower Theory.Jadi jelas, darimana si teori itu berasal.

 

Lalu kenapa kita sekolah dan kuliah dengan belajarnya dengan Guru dan Dosen? Karena merekalah yang dianggap lebih ahli, lebih berpengalaman dan sudah lebih dulu mempelajari hal tersebut dibanding kita :)

 

Dan tentunya, mereka pun punya guru lagi di atasnya yang bahkan hingga kini mereka masih terus belajar, meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuannya.

Salut untuk semua guru dan dosen-dosenku ????

 

So, dalam belajar di kehidupan sehari-hari tentu kita sebaiknya tahu persis, darimana sumbernya hal tersebut untuk menambah keyakinan kita bahwa ilmu yang dipelajari ini jelas sumbernya. Pemahaman akan mengalir seiring berjalannya waktu dengan banyak membaca, banyak belajar dan dipraktekkan :D

 

Juga dengan pengajar. Ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat terbuka lebar. Setiap kita berhak tahu dan mencari tahu darimana sumbernya. Bahkan tidak hanya dari satu buku saja tetapi banyak buku lainnya sebagai pendukung, penguat atau bahkan pembantah dari teori tersebut. Dari sanalah kita bisa menilai: yang mana yang akan diambil?

 

Dalam proses penelitian juga mengajarkan kepada kita adanya kesamaan dengan pembelajaran dalam kehidupan. Pada penelitian dimulai dari Latar Belakang, baru dapat merumuskan masalah serta mencari tujuan dan kegunaannya. Setelah itu berangkat ke kajian pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis. Dan seterusnya.

 

 

Fokus mencari solusi dari apa yang diteliti. Dalam hidup juga demikian. Tapi sebelum ke solusi kita harus pahami dulu hal yang melatarbelakanginya sehingga jelas permasalahannya bagaimana dan seperti apa solusi terbaik :)

 

Hipotesis itu bagaikan prasangka-prasangka yang pada kenyataannya belum tentu sesuai dan belum tentu benar. Jika dikaitkan dalam agama, berprasangka baik sangat dianjurkan. Sebab saya muslim, saya meyakini bahwa "Allah ada dalam prasangka hamba-Nya"

 

So, berprasangka baik, insya Allah hasilnya juga yang terbaik dari Nya :)

 

Fokus pada solusi, terus belajar ke guru yang tepat, yang mengajarkan ilmu yang benar-benar dari sumbernya tanpa ada keraguan di dalamnya. Terima kasih banyak Dosen Pembimbingku yang sudah mengajarkanku untuk benar-benar memahami alur penelitian ini dengan sangat sangat pelan, menuntun setiap langkah, semoga hasilnya lebih indah :)

 

Ganesha Public Speaking pun menjadi tempat belajar yang begitu luar biasa dalam mengajarkan tentang tampil di depan umum dan pelajaran kehidupan yang bermakna.

Bandung, 5 November 2015.

 

Scoria Novrisa Dewi

Tim Ganesha Public Speaking

 

Editor: Esa Puspita


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Semenjak belajar terus di Kelas Advanced Alhamdulillah lebih ngena klo ngajar Anak2 enjoy tp tetep dpt inti pembelajaran Tugas utama guru itu MENCIPTAKAN suasana pembelajaran yg menyenangkan Suasana menyenangkan didapat dr teknik komunikasi yg baik Dan Teknik Komunikasi ini yg saya gali terus di Ganesha Public Speaking School Gratis MENGULANG trainingnya SEUMUR HIDUP, hihi. Jd bisa belajar terus deh"
Ridha Hidayani
Guru, Mahasiswa S2 UPI