Emosi dan Public Speaking
22 December 2015
Peta-warna-tubuh-saat-merespon-emosi_display_54 Emosi sejatinya merupakan "hadiah" dari Allah untuk kita, manusia. Sebagaimana disampaikan di surat An-Najm 43: "Dan sesungguhnya Dia yang menjadikan orang tertawa dan menangis." Emosi diciptakan pada diri kita untuk dapat MENIKMATI hidup, BERTAHAN HIDUP dan sebagai UJIAN dari sang pencipta. Emosi adalah sesuatu yg alami (sunnatullah), sehingga kita tidak perlu ekstrim untuk menghilangkan emosi dari kehidupan kita. Hidup perlu dinamika. Karena terlalu chaos dan sengsara tentu saja tidak menyenangkan. Tapi hidup terlalu tenang dan senang jg tidak akan membuat kita nyaman. Secara sederhana, emosi adalah "pengalaman merasakan". Ada dua komponen dalam emosi yakni komponen internal dan komponen eksternal. Yang termasuk komponen internal antara lain: perasaan subyektif, pengalaman psikologis, dan pengalaman kognitif/pikiran. Pengalaman psikologis menimbulkan respon, antara lain: detak jantung, tekanan darah, tekanan darah, dan respon tubuh lainnya. Sedangkan yg termasuk komponen eksternal antara lain Ekspresi Emosi dan Respon Terhadap Emosi. Ekspresi Emosi itu seperti ekspresi wajah dan perilaku. Respon terhadap emosi itu seperti bagaimana kita bereaksi, bagaimana kita mengatur kondisi dsb. Ada 8 Emosi Utama dalam diri kita, yaitu: 1. Takut 2. Marah 3. Sedih 4. Terkejut 5. Senang 6. Yakin 7. Jijik 8. Waspada Dari 8 emosi utama tersebut, bisa memunculkan emosi-emosi lain dalam diri kita. Layaknya konsep pencampuran warna dasar RGB (Red, Greeen, Blue) atau CMYK yang akan mampu memunculkan warna-warna lainnya, maka kedelapan emosi utama itu jg akan dapat memunculkan emosi2 lainnya yg begitu banyak dan campur aduk. Public Speaking seringkali menjadi sebuah momen percampuran emosi bagi manusia. Entah karena tidak terbiasa maupun ada kejadian tidak mengenakkan di masa lalu membuat seseorang tidak maksimal penampilannya di depan umum. Maka salah satu tips yang sering kami infirmasikan adalah kelola emosi. Ganesha Public Speaking membantu anda mengelola emosi saat tampil dengan kurikulum terpadu yang terbukti efektif di sebagian besar alumninya. Maka, jika kita sudah mampu mengatur emosi, semakin mudah dan nyaman hidup kita. - Esa Puspita -
 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"“Jadi lebih nyaman kalau berbicara di depan, dan enggak grogi kalau ngobrol dengan orang baru.”"
Fitria Shalihah H.