Mewujudkan Cita Harus dengan Ilmu
16 December 2015
Img-20151212-wa0017_display_52 Mendapatkan ilmu untuk mewujudkan cita-cita, dan bentuk syukur saat mendapatkannya. Berdua dengan anak di hotel. Foto yang saya upload di Twitter terkesan standar. Sebagaimana pemilik akun lain berbagi momen bersama keluarga. Tapi coba bersama kita cermati lebih dalam: foto itu saya ambil Jumat Desember 11 lalu, saya upload senin bersama artikel ini, di foto itu tampak seorang ayah bersama anaknya. Apa yang berbeda di sana? 1. Berapa banyak ayah yang punya banyak kesempatan mengurus anaknya sejak masa kecil? 2. Di hari kerja? 3. Siang hari? 4. Lalu berbagi momen tersebut juga di hari kerja? 5. Di saat masih muda? Saya harap 29 masih dianggap muda. Saya punya cita-cita yang cukup berbeda dari kebanyakan kawan-kawan saya. Saya mau jadi bapak rumah tangga. Saya mau banyak waktu di rumah bersama anak. Banyak waktu karena urusan uang dan pekerjaan bisa dipercayakan pada tim di kantor. Pada bisnis yang berjalan. Secepat mungkin. Jadi semua anak saya bisa merasakan ini, ga cuma si bungsu saja. Saya mau karir dan bisnis saya memungkinkan saya banyak waktu dengan anak. Saat kita bahas bisnis, maka kita juga membahas kemampuan menyusun tim dan memberikan kebebasan pada tim untuk bergerak. Hal ini memerlukan beberapa softskill kunci. Salah satunya public speaking. Dan saya beruntung mendapatkan keterampilan ini lebih awal. Efeknya adalah saya bisa lebih awal mempraktekkan menampilkan diri saya di depan tim kerja yang saya pimpin, menempatkan posisi, memimpin pembahasan hal-hal penting, memerintahkan bila perlu. Saya bisa mengaplikasikan skill lain dengan bantuan public speaking ini dalam menjalankan bisnis. Apa jadinya jika saya hanya memiliki skill lain yang BELUM dilengkapi dengan kemampuan komunikasi (khususnya public speaking)? Tentu kecepatan saya menapak karir dan posisi di Ganesha TIDAK secepat sekarang. Posisi saya tentu mudah disusul oleh anggota tim yang lain. Yang paling penting, tentu sampai saat ini saya belum punya keleluasaan waktu. Anak-anak saya pun belum mendapatkan kesempatan untuk tumbuh bersama kehadiran penuh seorang ayah. Sebagai trainer, saya memiliki kesempatan sangat banyak untuk membantu orang lain yang belajar pada saya untuk mendapatkan hal yang sama. Keterampilan yang bisa mempercepat peningkatan karir dan waktu bersama keluarga. Saya bantu siapapun yang mau. Saya siap berbagi. Inilah rasa syukur saya. Apa cita-cita anda? Keterampilan apa saja yang sudah anda persiapkan untuk mendapatkannya? Bagaimana cara anda bersyukur saat mendapatkannya? Surabaya, 2015 Desember 14
 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Trainernya Ganesha Public Speaking berpengalaman, suasananya pun mendukung untuk berlatih dan belajar, jadi kita bisa lebih berani deh!"
Mitha Pratiwi
Mahasiswi ITB - Angkatan 9 Basic