Panduan Berlatih Mandiri: Self Training
27 January 2012
Materi-public-speaking_display_7

by: Taruna Perdana (@tarunaperdana)

Panduan Berlatih Mandiri: Self Training. 

Bersiaplah untuk menambah kesulitan dan tantangan yang mungkin terjadi saat berlatih berbicara di depan umum. To the point banget? Yup, untuk yang satu ini tidak ada kalimat yang bisa memperhalus hal ini. Saya percaya manusia tidak diciptakan untuk menjadi makhluk soliter, yang bisa hidup sendiri tanpa kehadiran dan bantuan dari yang lain. Dalam belajar dan menguasai suatu keterampilan pun seperti itu. Tidak ada satu orang pun yang menguasai semua hal dan tak ada orang yang lemah dalam semua hal. Kita saling melengkapi dan membantu. Jadi saat kita berusaha melakukan hal yang sebaliknya, beban yang ada tambah berat.

Memang ada kondisi tertentu yang mengharuskan kita belajar public speaking sendiri. Saya pernah melakukan itu untuk beberapa waktu, dan waktu yang saya habiskan lebih banyak tanpa banyak perkembangan berarti. Selain memang karena tidak ada pelatih yang membantu, juga karena saya tidak tahu caranya. Jadi bagi Anda yang untuk sementara waktu harus sendirian tanpa ada pelatih maupun tim yang menemani, inilah caranya. Praktekkan sambil segera menemukan sumber daya yang Anda perlukan untuk berlatih bersama tim dan pelatih.

Bersiaplah mencari cara untuk merekam penampilan Anda. Karena belum punya tim yang menyokong latihan Anda, maka Anda perlu menggunakan kamera digital dan tripod untuk merekam penampilan Anda sendiri.

Membuat rekaman adalah hal yang sangat penting. Dulu pada masa awal saya belajar public speaking, saya menghabiskan banyak waktu sia-sia. Selain karena jarang mendapat kesempatan berbicara di hadapan sebuah forum, saya pun tak tahu kalau saya perlu merekam penampilan saya. Karena tidak memiliki pelatih, saya harus mengevaluasi penampilan saya sendiri. Karena mengevaluasi penampilan pada saat tampil hanya akan membuat diri panik (coba saja sendiri ;) ), saya harus melakukan evaluasi di waktu lain. Untuk itulah saya menggunakan video rekaman. Jika Anda tak punya rekaman, Anda tak punya bahan untuk evaluasi. Jika Anda tidak mempunyai bahan untuk evaluasi, bagaimana Anda akan membuat perbaikan dalam penampilan Anda? Bukankah Anda sedang menjadi pelatih? (untuk diri Anda sendiri).

Saat Anda sedang mengevaluasi rekaman, Anda perlu menilai penampilan Anda dengan cara yang berbeda. Berbeda tergantung pada level kemampuan public speaking Anda. Kebutuhan pada tiap level berbeda, jadi perlakukan video dengan cara yang sesuai setelah Anda mengukur dan menetapkan level public speaking Anda.

Jika Anda berada dalam level basic.
Hargai segala yang sudah Anda lakukan. Anda masih berada dalam tahap paling awal dalam berlatih public speaking, Anda sudah bisa tampil sampai direkam pun itu sudah bagus. Lupakan berbagai kesalahan yang Anda lihat dalam video itu. Ingatlah segala yang Anda perjuangkan dalam pikiran Anda sehingga Anda akhirnya berani mengambil pilihan untuk maju. Anda menonton untuk memberi penghargaan pada diri Anda, atas segala tindakan yang membuat Anda mengambil kesempatan ini. Selanjutnya, fokuskan pada berbagai kemungkinan kesempatan yang ada di masa depan. Cari kondisi, lokasi, kesempatan untuk bicara di depan orang-orang terdekat. Rencanakan diri Anda untuk bertanya di kelas, seminar, forum, dimanapun Anda berkumpul dengan orang banyak. Ajukan diri sebagai perwakilan kelompok, divisi, atau perusahaan dalam mempresentasikan segala hal yang sedang tim Anda kerjakan. Ambil kesempatan sebanyak mungkin.

Jika Anda berada dalam level advanced dan mastery.
Segera fokuskan pikiran Anda seperti seorang dosen di hadapan lembar jawaban ujian. Carilah segala hal yang bisa Anda nilai dari video yang sedang Anda tonton. Cari poin kuat yang sudah Anda lakukan dan cari poin lemah yang masih terulang. Buat catatan sehingga Anda mengingat semua: mempertahankan poin kuat dan rencana untuk mengatasi poin lemah. Tentunya hal ini lebih baik jika Anda sambil membaca buku tentang public speaking. Hasil penilaian Anda akan lebih lengkap jika didukung dengan pengetahuan yang banyak. Anda tentu sudah terbiasa mengambil kesempatan tampil, maka ingat kapan waktu terdekat Anda akan tampil dan rencanakan bagaimana Anda akan tampil untuk kesempatan terdekat ini.

Anda tentunya punya kegiatan lain selain berlatih public speaking (kecuali jika Anda seorang trainer public speaking seperti saya, hehe), jadi cepat atau lambat Anda akan kewalahan melakukan semua hal ini. Kehabisan waktu untuk membaca buku dan menganalisis rekaman. Menyiapkan slide presentasi, peralatan presentasi, dan peralatan rekam. Dari segi uang, belajar dengan pelatih profesional tidak akan jauh lebih mahal dari berlatih sendiri kok. Uang yang saya habiskan dalam berlatih sendiri kira-kira sama banyak dengan uang yang saya habiskan untuk mengikuti training dan kelas public speaking. Tapi dari segi waktu, tenaga, dan pikiran, saya bisa mengalihkan pikiran saya ke kegiatan lain yang sedang saya jalani, kuliah, bisnis, atau pacaran (iya dong, work hard - play hard).

So, selamat menjalani peran ganda trainer-trainee dan ingat terus untuk persiapkan sumber daya yang Anda perlukan untuk memiliki trainer dan tim berlatih.

Image Source: http://www.freedigitalphotos.net/images/view_photog.php?photogid=1499


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
""Saya mempunyai rasa gugup yang berlebihan ketika presentasi, tetapi rasa itu sudah mulai berkurang ketika saya mengikuti pelatihan di Ganesha Public Speaking.”"
Ega Ismanta