Pengantar Belajar Public Speaking: Mastery
13 January 2012
4053_display_4

Pengantar Belajar Public Speaking: Mastery. Untuk mempermudah Anda dalam mempelajari kemampuan public speaking, kami membagi tahap berlatih ke dalam tiga level. Pembagian ini adalah: basic, advanced, dan mastery. Pembagian ini bersifat sekuensial, alias berurutan. Dengan kata lain, ketika Anda sedang berada dalam level basic, mempelajari teknik advanced justru berpotensi mempersulit. Ya, mempersulit Anda belajar dan berlatih, karena Anda mempelajari sesuatu yang belum siap Anda pelajari. Jadi seri artikel ini akan membantu Anda mengetahui di level manakah Anda saat ini berada dalam public speaking, sehingga Anda dapat fokus melatih diri Anda pada level yang sesuai.

 

 

Saya akan berbagi untuk Anda, bahwa selama 6 tahun berlatih ilmu komunikasi - khususnya public speaking - saya merasakan ada satu level yang berbeda dari dua level yang kita bahas sebelumnya. Level ini begitu khusus sampai-sampai saya merasa bahwa yang sekarang akan saya bagi belum lengkap, karena saya masih mempelajarinya. Dan saya senantiasa terkagum-kagum sendiri dengan apa yang sedang saya latih. Kalau Anda masuk dalam tingkat ini, bersiaplah masuk ke level baru, kejutan baru, perasaan baru, di setiap penampilan Anda. Karena setiap penampilan akan selalu terasa baru. Inilah level mastery.

 

Siapa yang telah siap belajar pada level ini? Level ini ditujukan bagi Anda yang merasa public speaking adalah hal yang selalu bisa dinikmati. Grogi adalah bagian dari tantangan dan selalu mudah dikendalikan. Audiens pun merasa bahwa cara berkomunikasi Anda sudah efektif, They’ve got the message. Banyak teknik sudah Anda ketahui dan Anda manfaatkan, bahkan Anda sudah bisa menyesuaikan dan mengubah teknik yang digunakan jika situasi berubah. Inilah mengapa Anda selalu mencari tantangan baru untuk tampil lebih baik dari yang sudah Anda miliki sekarang. Anda adalah seorang public speaker yang efektif dan Anda mengejar untuk menjadi public speaker yang elegan dan menawan.

 

Level ini termasuk level yang tidak ada habisnya untuk dipelajari. Dan kembali menggunakan analogi pembangunan gedung bertingkat, level mastery adalah kondisi saat fondasi yang kuat sudah menopang seluruh lantai yang seharusnya dibangun. Mentalitas kuat bertemu dengan koleksi teknik dasar yang lengkap.

 

Lalu apa yang harus dibangun jika gedung sudah selesai? Tentunya sepanjang penggunaan gedung tersebut akan ada penambahan-penambahan supaya gedung tersebut tetap nyaman, menarik, dan memberi manfaat selamanya. Renovasi, penataan ulang, penambahan fasilitas, semua dilakukan agar siapapun tertarik masuk dan menjadi penghuninya.

 

Ada sebuah mall di Jalan Merdeka Bandung, yang telah ada di sana entah sejak kapan. Yang pasti saat saya masih SD (kira-kira antara tahun 96-97) mall itu sudah ada. Mall ini tidak pernah sepi pengunjung. Bisa jadi karena memang lokasinya strategis, hanya saja saya tidak setuju dengan pendapat itu. Menurut saya, yang menyebabkan Mall ini selalu ramai adalah karena Mall ini tidak pernah berhenti berbenah. Selama saya di Bandung sejak 2004 saja sudah ada 3 atau 4 renovasi. Memperbesar dan memindahkan musola ke lantai puncak. Memperbaharui dan mengubah lokasi eskalator. Mengubah denah. Mengubah eksterior. Banyak  sekali peningkatan yang ada. Sebagai hasilnya: mall ini tidak pernah sepi pengunjung dan selalu menarik.

 

Sama seperti saat berbicara di depan umum, performa Anda bisa selalu dibuat semakin menarik. Tak ada ujung disini. Karena itu, level mastery ini memang sepantasnya menjadi pembelajaran seumur hidup. Dalam level mastery ini, Anda memperlajari hal baru bukan karena ada masalah dalam public speaking yang ingin Anda selesaikan, but you simply want to be better. And I can assure you, you always get better, but you will never be perfect here.

 

Di saat ini fokus pembelajaran Anda juga berubah:


Penyempurnaan

Dari sekedar mempelajari teknik baru dan mencoba mengaplikasikannya, Anda sekarang mengejar penyempurnaan pada seluruh kemampuan public speaking yang sudah Anda kuasai. Anda bisa dibilang jarang mempelajari teknik baru (jelas saja karena banyak sekali teknik yang sudah Anda latih). Anda berlatih karena Anda merasa manfaat dari suatu teknik masih bisa dimaksimalkan.


Mencari kesalahan

Anda sudah dalam tahap Unconscious Competence, yaitu tahap dimana Anda sudah tidak sadar bahwa Anda sudah ahli dalam berbicara di depan umum. Pada tahap ini Anda bahkan sudah lupa teori-teori tentang teknik yang sudah Anda kuasai (kecuali bila Anda sering mengajarkan teknik-teknik public speaking kepada orang lain). Karena dengan tanpa sadar, Anda bisa tampil dengan baik. Efek sampingnya adalah Anda juga sudah tidak sadar saat melakukan kesalahan. Bandingkan saat Anda baru pertama kali belajar public speaking dulu, saat semua kesalahan yang Anda lakukan sangat Anda sadari. Maka pada saat ini Anda mulai mencari kesalahan-kesalahan apa yang masih atau baru Anda lakukan dan mulai berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.

 

Tentang mencari kesalahan, biasanya pada tahap ini Anda sudah sulit mencari kesalahan diri sendiri. Karena memang Anda pada kondisi mental yang sangat baik dengan sangat terfokus pada kelebihan diri dan memanfaatkannya. Bukan terfokus pada kelemahan diri dan sibuk menutup-nutupinya. Karena itu, pada level ini Anda menjadi wajib mempunyai pelatih, evaluator atau Anda bisa melakukan self training. Tiga hal ini akan kami jelaskan dalam artikel lain ya.

 

Jadi, bagi Anda yang merasa sudah berada dalam level ini, saya ucapkan selamat. Anda hanya perlu konsisten mengasah dan memoles kemampuan Anda. Buatlah tim untuk melatih kemampuan Anda, maka cepat atau lambat nama Anda akan dikenal oleh masyarakat.

 

Image Source: http://www.freedigitalphotos.net/images/view_photog.php?photogid=1499


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Ganesha Public Speaking (GPS) itu = candu. Sekali nyoba, bikin ketagihan!"
Muhammad Teguh Ismail
Mahasiswa Enhaii - Angkatan 11