Public Speaking bukan Penyebab Utama Ketakutan Seseorang
08 February 2016
Public speaking_display_55

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Forbes, dikatakan bahwa hasil survey di Amerika sana ada 5 penyebab utama ketakutan seseorang dan Public Speaking bukan Penyebab utama Ketakutan Seseorang. Jika selama ini kita berpendapat bahwa Public Speaking jadi sebuah ketakutan terbesar seseorang, maka hasil survey tersebut secara tidak langsung mematahkan pendapat yang selama ini beredar.

Lho, kok bisa? Yap, karena yang menduduki posisi pertama dari survey tersebut bukan Public Speaking. Public Speaking menduduki posisi terendah yakni di posisi 5. Penasaran hasil surveynya? Cek daftar berikut:

  1. Jalan sendirian di malam hari
  2. Jadi korban pencurian identitas
  3. Ragu akan keamanan internet
  4. Jadi korban penembakan masal atau penembakan secara acak
  5. Public Speaking

Ada yang kaget dengan list di atas? 2 dari 5 poin rupanya ketakutan yang diciptakan oleh dunia maya ya. Di Indonesia begitu ga sih? laugh

Hal yang dapat kita pelajari dari hasil survey tersebut bahwasannya jika ini terjadi pula di Indonesia maka Public Speaking bukan Penyebab Utama Ketakutan Seseorang. Adapun ketakutan tampil di depan umum bisa jadi karena "kolaborasi" 2 poin: ketakutan tertinggi dan ketakutan terendah. Duh, apa pula itu? Begini:

Ketika kita tampil di khalayak ramai, posisi kita saat itu sendirian (meski tidak di malam hari) dan public speaking. Sudah lah ada ketakutan saat sendiri ditambah harus tampil di depan umum sendiri.

Kalaupun tidak begitu, setidaknya public speaking ini tetap menduduki 5 ketakutan terbesar di Amerika sana dan mungkin di Indonesia pun masih demikian. Maka ada tips dari Nick Morgan sebagai salah satu kontributor Forbes mengenai bagaimana mengatasi ketakutan dalam Public Speaking versi beliau.

Bagaimana jika masih ada rasa takut?

Dalam artikelnya Nick Morgan mengatakan, awali dengan memetakan ulang perasaan takut yang dirasakan. Adalah adrenalin penyebab anda merasakan semacam perasaan terperangkap dan tubuh anda tiba-tiba melakukan sesuatu yang aneh dan mengindikasikan tindakan fight or flight. Lanjut atau kabur.

Tapi adrenalin sendiri sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membantu anda tampil dengan fokus pada sisi positif presentasi, materi ataupun diri anda. Ada tiga cara yang dianjurkan untuk dapat membantu anda memastikan anda memiliki permulaan tampil yang menakjubkan.

Pertama, temui orang yang dapat anda ajak bicara untuk mengetahui bagaimana audiens dan apa yang dibutuhkan audiens. Jika tidak dapat berbicara dengan audiens secara langsung, anda dapat berbicara dengan penyedia acara atau semacamnya.

Dari hasil yang anda dapat tersebut, buatlah semacam tanya-jawab jika memungkinkan. Ketika anda tampil di hadapan audiens, bayangkan anda berbicara secara personal mereka. Setidaknya hal ini dapat membentuk keakraban dan mengurangi kegugupan.

Kedua, pergunakan tips rahasia tampil mengesankan yakni melibatkan audiens ketika perkenalan. Jabatlah tangannya saat saling memperkenalkan diri. Gesture semacam ini membangun kepercayaan pada audiens.

Ketiga, tarik nafas panjang sebelum anda mulai berbicara, hembuskan lalu mulailah presentasi anda. Bernafas membantu membangun resonansi suara sehingga dapat meredam suara gemetar yang biasa muncul saat kita gugup. Lakukan nafas ini dengan baik. Nafas diafragma.

30 detik pertama menjadi kesan bermakna dalam permulaan presentasi anda. Apakah mereka akan memberikan respon antusiasme atau sebaliknya. Tentu saja kepercayaan diri turut serta dalam menambah kesan bermakna pada audiens.

Mari terus belajar. Camkan dalam diri anda bahwa Public Speaking bukan Penyebab Utama Ketakutan Seseorang.


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Saya jadi sistematis ketika ngomong di depan umum dengan alur yang tahapannya lebih jelas. Dan pastinya disini kalian akan dipaksa untuk ngomong karena disini lah latihan yang sesungguhnya. "
Devi Fitrianidia
Event Organizer