Semua profesional melakukan ini. Anda?
24 January 2012
Hitler-pelatihan-public-speaking-bandung_display_5

by: Taruna Perdana (@tarunaperdana)

Semua profesional melakukan ini. Anda? Ada dua kelompok dalam bidang apapun: profesional dan amatir. Baik dalam olahraga, fotografi, konstruksi, pelatihan, bahkan public speaking. Sudah tahu apa bedanya? Seorang profesional dibayar saat melakukan suatu kegiatan, amatir membayar saat melakukan tindakan yang sama. Seorang profesional memiliki fokus bertindak menjadi yang terbaik, amatir hanya sekedar melakukan, menghemat uang, atau hanya sampai batas hobi. Hanya sampai ini saja perbedaannya? Tentu tidak, ada satu lagi yang membedakan: yang membentuk seorang profesional dan seorang amatir. Pembeda utama antara profesional dan amatir adalah: seorang profesional pasti memiliki pelatih. Jadi sekarang kita bahas singkat tentang sosok orang - orang yang bisa membentuk Anda menjadi seorang public speaker profesional: pelatih.



Menurut saya, ada dua orang yang merupakan tokoh public speaker luar biasa sepanjang masa. Soekarno dan Adolf Hitler. Soekarno dengan penampilannya sepanjang hidupnya telah memerdekakan sebuah bangsa. Tidak hanya itu, dia membuat bangsa yang baru merdeka tersebut disegani dan dihormati dunia: Indonesia. Dan Anda tahu Hitler kan? Terlepas dari perannya yang membuat dunia berkubang dalam darah dan penderitaan berkepanjangan, dia adalah seorang public speaker yang luar biasa. Berhubung yang ke-dua ini catatan sejarahnya lebih banyak dan lengkap, akibatnya saya lebih paham proses  berkembang dan berlatih Adolf Hitler dalam public speaking. Jadi maklumi saya jika saya lebih banyak membahas tokoh ini.

Dalam sebuah seri dokumenter yang saya tonton, Hitler memukau audiens dan membuat suasana tegang-bersemangat muncul di antara mereka. Dia mulai dengan diam. Ya, diam selama kira-kira satu menit (dalam public speaking, satu menit itu sangatlah lama). Lalu dia segera menghentak audiens dengan orasi berapi-api selama 15-20 menit. Setelah orasinya selesai dan acara ditutup, audiens mulai pulang. Dan saat ruangan sepi, apa yang dilakukan Hitler? Ternyata dia dan timnya berkumpul untuk membahas hasil orasi tersebut. Dia masih berlatih bahkan saat dia telah menjadi negarawan terkemuka, dan: DIA MEMILIKI SATU TIM YANG MEMBANTUNYA BERLATIH.

Pada rapat singkat tersebut, mereka berargumen, menganalisis penampilan fuhrer mereka. Mencari tahu bagian bagus yang perlu dipertahankan dan diperkuat, dan bagian lemah yang masih perlu dilatih. Hasilnya segera menjadi bahan evaluasi agar Hitler bisa tampil lebih baik di penampilan berikutnya.

Kami di GPSS percaya bahwa public speaker hebat tidak terlahir demikian, tetapi melakukan persiapan matang dan rutin berlatih. Dan kami percaya secepat apakah seorang public speaker berkembang, itu ditentukan dengan siapa dia berlatih: sendirian, dengan pelatih nomor dua, atau dengan pelatih terbaik?

Lalu apa definisi pelatih disini? Pelatih adalah seseorang yang bisa dengan sangat jujur menunjukkan kelemahan Anda (misalnya: menunjukkan opening Anda sangat buruk), tapi… masih sangat baik dengan mengatakannya tanpa mengejek Anda dan dengan kata-kata yang menyemangati. Intinya dia bisa mengatakan dengan jujur, baik, dan sopan hal-hal yang perlu Anda latih lagi. Lebih baik lagi jika dia bisa memberikan saran perbaikan untuk penampilan Anda selanjutnya.

Menurut saya ada dua tipe pelatih, praktisi public speaking dan akademisi public speaking. Mereka bisa dari kawan atau relasi yang bersedia melatih Anda. Kalau Anda beruntung, Anda mendapatkan gabungan keduanya. Tapi biasanya Anda perlu mengeluarkan investasi yang lebih serius dengan pelatih yang merupakan gabungan keduanya. Kami rekomendasikan segera mencari pelatih yang merupakan gabungan keduanya. Mengenai perjuangan dan investasi yang perlu Anda lakukan dalam berlatih, baca di artikel kami yang lain ya.

Praktisi Public Speaking
Anda bisa cari kawan, relasi, atasan, atau profesional yang memang ahli public speaking. Orang ini telah bisa dengan sangat baik tampil di depan audiens dan penampilannya sangat baik dan efektif. Dia bisa mengajari Anda public speaking dengan menunjukkan contoh yang baik. Pelatih semacam ini yang akan banyak mengajak Anda datang ke presentasinya. Jarang sekali dia menjelaskan teori dan pemahaman tentang berbicara di depan umum, karena seringkali memang tidak tahu apa, mengapa, dan berbagai seluk beluk teorinya. Saat dia rasa penampilan Anda baik atau buruk, dia punya "feeling" tentang itu dan bisa menunjukkan di bagian mana. Cuma biasanya dia juga bingung bagaimana menjelaskannya. Dia kan praktisi, jadi fokus belajar dengan pelatih ini adalah praktek. Teori belajar saja sendiri.

Akademisi Public Speaking
Yang satu ini, Anda bisa cari kawan, relasi, atasan, atau profesional yang saat ada orang lain tampil, dia bisa dengan jelas menganalisis penampilan orang tersebut dan mengeluarkan saran apa yang sebaiknya orang itu pertahankan dan perbaiki. Tentunya juga sekaligus memberikan rencana perbaikan yang lengkap dengan berbagai alasan dan teorinya. Istilah "akademisi" di bagian ini bukan berarti orang yang berada di institusi pendidikan, tapi cenderung ke orang yang punya pengetahuan dan wawasan banyak tentang komunikasi massa. Dia banyak membaca tentang komunikasi, bahasa, public speaking, dan lainnya  sehingga dia bisa dengan mudah menganalisis. Cuma belum tentu dia sendiri pandai bicara di depan umum. Anda akan dapat pengarahan yang sangat lengkap. Dan praktekkan saja sendiri.

Kebutuhan Anda dalam berlatih berbeda tergantung pada level public speaking yang sekarang sedang Anda miliki.

Jika Anda berada dalam level basic.
Anda memerlukan seorang yang bisa melakukan encouragement. Membesarkan hati. Menyemangati. Membantu Anda untuk mengambil sebanyak mungkin kesempatan dan bagaimana menghadapi rasa takut yang masih menyerang. Di tahap ini, dia tidak pernah menyampaikan banyak kritik, dan kalaupun ada Anda tak akan sadar sedang "diarahkan". Perubahan yang Anda rasakan saat berlatih dengan gaya ini adalah Anda semakin bersemangat belajar, dihargai pelatih, dan menghargai diri.

Jika Anda berada dalam level advanced dan mastery.
Anda memerlukan orang yang bisa mencari letak kesalahan yang sedang Anda lakukan. Anda datang ke trainer bukan untuk mencari pembenaran atas penampilanmu, tapi mencari hal apa yang masih merupakan kelemahanmu. Hal ini terutama karena pada level ini biasanya Anda mulai menerima diri apa adanya dan sulit mengkritisi diri. Jadi Anda perlu pihak kedua yang bisa dengan objektif menunjukkannya pada Anda, lalu bersama-sama merencanakan perbaikan untuk penampilan selanjutnya.

Anda sudah tahu pentingnya penguasaan skill berbicara di depan umum. Anda sudah tahu kalau Anda perlu masuk ke level mastery secepat mungkin. Karena itu Anda pun tahu Anda perlu segera mencari pelatih untuk menemani Anda berlatih latihan yang mempercepat proses tersebut (dan menghemat waktu Anda - sumber daya paling mahal di dunia).

Bagaimana dengan Anda yang masih memiliki banyak tantangan untuk menemukan pelatih tapi ingin segera berlatih. Ada cara berlatih dengan menjadikan diri Anda pelatih bagi diri Anda sendiri. Lebih sulit dan lebih menghabiskan waktu, tapi lebih hemat. Untuk awal-awal berlatih, bisa dibilang cukup memenuhi kebutuhan-lah. Walau tak bisa selamanya dilakukan. Kami akan membahasnya di artikel tentang self-training.

Cari pelatih, perbanyak praktek, perbanyak feedback, perbanyak perbaikan. Lengkapi semua, dan masuklah ke kelompok profesional.


 
Sukseskan
karirmu
dengan
GPSS
Sampaikan Pesan Anda
Di Sini
"Beneran seru n nambah semangat! Juga nambah PEDE untuk tampil di depan umum!"
Fahmi Dinni
Mahasiswi UPI - Young Change Maker Ashoka Indonesia 2009 - Angkatan 10 Basic